Wedding Cake
03 Mar 2011 2 Comments
in Te Amo Tags: bakery, cake, groom, japan, question, tenjin, wedding
I was in Tenjin Chikagai few days ago and I saw so many beautiful decorated-cake and bakery. The picture I posted above was my favorite one. It’s like I have my wedding-cake now, but I don’t know who will be the groom. I still have to wait the groom and that’s what I am doing now. An unanswerable question: When will the groom come?
Other photos, check here: http://www.facebook.com/album.php?id=1025147030&aid=2088783
Don’t Say You Love Me
20 Nov 2010 Leave a Comment
in Te Amo Tags: don't say you love me
This day was my schedule to clean the kitchen.
In the night I went to Beans with Ocha to buy some foods.
Anyway, this night someone I considered as a nice friend asked me to be his girlfriend. I just couldn’t say ‘yes’ because I am not ready yet for a new someone in my life. I had just broken up and I think I had to be extra careful in deciding kind of love things. Sorry my friend, I would be so happy if we’re just being friends.
Good news for this day: I bought garlic cream in Beans. Its price wasn’t so expensive. So from now I could my own garlic bread…^^
Complicated &^$@^*)*^%#!
16 Nov 2010 2 Comments
in Te Amo Tags: complicated
In the break time of my Japanese Language class, I was having kind of conversation to Kurita-sensei and we had nice talking. Today’s class was so interesting because of the game hold by my Kurita-sensei.
I bought some foods to cook to HalloDay. I thought its price was not really different with Jusco’s.
This night is a night before the celebration of Idul Adha in Fukuoka. Tomorrow I and my friends are going to go to Al-Nour to do the praying and celebration.
Good news for this day: I got a special message from my ex in my cell phone. You know what? My heart now is terribly complicated. Even I can not understand whether this is typical of a good news or bad news.
Suami itu…
27 Jun 2010 4 Comments
in Te Amo Tags: husband, ideal
Meskipun umur saya masih 19 dan belum genap 20 tahun, saya sedikit terpikir mengenai pernikahan. Hmm, bukannya apa-apa. Banyak teman orang tua saya yang menanyakan kapan saya akan menikah. OMG, apa mereka ngga tau kalo saya masih punya sejuta impian dan cita-cita?
Tapi bagaimanapun juga, sepertinya saya yang notabene cucu perempuan tertua di keluarga ibu saya, akan jadi yang pertama hidup dengan laki-laki baru, laki-laki yang pastinya asing di keluarga saya.
Suatu hari almarhum eyang kakung saya tiba-tiba memberikan nasehat mengenai kriteria suami yang ideal. Saya awalnya juga lumayan terkejut, karena waktu itu kami sedang asik-asiknya menonton TV di ruang keluarga. Beliau berpesan, nomor satu adalah agama, nomor dua background keluarga, nomor tiga paras fisik, dan terakhir harta. Poin terakhir digarisbawahi eyang kakung saya pada saat itu. Masalah finansial memang bisa menjadi hal yang sangat penting dalam berumah tangga kan? Masa hanya bermodal cinta?
Pesan almarhum eyang kakung masih saya ingat sampai sekarang. Seiring berjalan waktu, saya sampai detik ini juga memiliki kriteria tersendiri untuk pendamping hidup saya kelak. Meskipun saya sekarang sedang tidak sendiri, saya tidak berani berharap 100% dia akan menjadi pasangan saya selamanya. Manusia boleh berharap, tapi Allah yang Maha Menentukan segalanya.
Ada beberapa poin, dan mungkin kalau saya mempinyai pertimbangan baru, akan saya update di blog ini:
1. seiman
2. mapan
3. pekerja keras
4. berasal dari keluarga baik-baik
5. tidak merokok (saya anti asap rokok, tidak terbayang kalau seumur hidup pernikahan, saya tiap hari menghirup asap rokok)
6. bisa ngaji + jadi imam shalat
7. bisa memimpin doa bersama dan tahlil (biar saya ada pemimpinnya kalau sedang ‘sowan’ ke ‘sarean’ eyang kakung)
8. sabar + romantis…(^0^)
9. bisa menjadi pemimpin keluarga yang bertanggung jawab
Suatu hari di Larissa Monjali…
03 Apr 2010 2 Comments
in Te Amo Tags: hair treatment, larissa, voucher
Beberapa hari yang lalu saya mendatangi Larissa di jalan Monjali untuk sebuah agenda. Medical Hair Spa.
Sebenernya saya mau make voucher yang udah dikasih ke saya pas seminar di Atmajaya. Expired date voucher-nya tanggal 31 Maret dan saya datengnya pas di hari terakhir voucher. Hahaha, mepet banget. Padahal voucher itu dikasihnya pas awal bulan Maret.
Waktu nyampe di Larissa, saya rada minder. Hehehe. Jarang ke klinik kecantikan soalnya. Sekali dateng nagih perawatan gratisan pula. Ah biar, saya kan punya hak penuh atas voucher. *membela diri
Mba-mba resepsionis menyambut saya dengan sangat baik. Ngga lama saya masuk ruang perawatan. Si Bebi nunggu saya di ruang tunggu. Biarlah dia baca koran sama nonton TV.
Ganti kostum,keramas, creambath, pijet tangan,pijet mesin, steaming,keramas lagi, trus di-blow…Aiiihh, nikmat dunia deh. Udah gitu ditambah minum sama snack.
Conclusion:
Larissa pelayanannya memuaskan! Ngga dibedain mana yang bayar sama mana yang gratisan! ;D
What’s on my mind:
…sepertinya perlu punya agenda rutin ke salon…^^
