Expired Date : August 9, 2010
30 Mar 2011 Leave a Comment
My driving license has been expired…!
Gotta make the new one after going home..!
^^
Layar Lebar ke Layar Kaca
03 Apr 2010 Leave a Comment
Belakangan beberapa artis yang terkenal lewat film layar lebar menjajal layar kaca juga. Simpelnya, mereka berakting melalui sinetron. Hanya pikiran saya saja, ato ada juga yang berpikir sama, saya ngerasa ada sesuatu yang berbeda. Dulu saya sangat terkagum-kagum dengan akting artis X di layar lebar, karena emang keren dan kelihatan banget kualitas aktingnya. Tapi tak tau kenapa, artis X ini akhirnya mau juga ngejalanin striping.
Wah, jujur saja saya cukup kecewa dengan keputusan si artis. Saya tetep merasa pemain film layar lebar jauh lebih kelihatan prestisius dan berkarisma dan eksklusif dan menawan dibanding kala ia menjadi pemain sinetron striping.
I’M COMING BACK!!!
16 Dec 2008 Leave a Comment
in What's on mind Tags: maaf
Wah, lama banget nggak nge-post…Maaf ya, semuaa…Oh iya, teruntuk semua yang pernah baca blog ini, Fera minta maaf sebesar-besarnya…Fera manusia biasa…Yang bisa beda ngomong sekarang sama besok…
Pasha UNGU = Dude Harlino
28 Jan 2008 6 Comments
Nyadar nggak??? Ada sesuatu yang mirip di Pasha UNGU dan Dude Harlino yang sekarang jadi Satria di sinetron Cahaya di RCTI???
I don’t know why…
But I’m sure mereka ternyata mirip
Liat aja di video klip Cinta Dalam Hati sama Iklan Extra Joss UNGU di TV…
Pasha…Dari muka sampai hairstyle nya…bisa mirip sama Dude di Cahaya…
Setuju nggak????
FENOMENA SINETRON INDONESIA NOWADAYS
24 Jan 2008 Leave a Comment
Hahaha…Lucu juga kalo harus mengingat sinetron Indonesia dari masa ke masa. Seperti evolusi. Perlahan-lahan yang memancing sorotan. Sinetron adalah sebuah hiburan yang zaman dulu bisa dibilang sangat menghibur. Si Kabayan, Inem Pelayan Seksi, dan Si Doel Anak Sekolahan banyak sekali memiliki penggemar.
Saat ini produksi sinetron bisa dibilang meledak. Stasiun-stasiun televisi swasta maupun nasional tidak ada yang tidak menampilkan sinetron sebagai tayangan untuk pemirsa. Di sini saya akan sedikit berpendapat mengenai format sinetron di Indonesia dewasa ini. Dari tren “ter” sampai nama. Masih bingung?
Jadi begini. Dulu sewaktu tahun 95-an kita sering sekali melihat tayangan sinetron dengan judul yang diawali imbuhan awal ter-. Sebagai contoh. Tersanjung, Tersayang, dan Terpesona. Berlanjut dengan judul sinetron dengan judul yang diawali “cinta”. Cinta Indah, Cinta Bunga, Cinta Fitri. Dan saat ini yang sangat mewabah adalah penggunaan judul sinetron dengan nama pemeran sentralnya. Sebenarnya tidak usah saya beri contoh, anda mungkin sudah bisa menebak. Tapi kalau memang memerlukan contoh, i’ll give them to you. Ada Intan, Wulan, Cahaya, Azizah, Aisyah, Suci, Safira, Candy, Diva, Mutiara. Kasih, Soleha, dan yang saat ini akan rilis adalah Chelsea yang diperankan Chelsea Olivia Wijaya.
Saya jadi mikir…kenapa nggak ada nama laki-laki yang menjadi judul sinetron sekarang ini? Bambang? Joko? Atau Wawan? Hahaha…
Seperti tren mode. Apa yang sedang “in” dimanfaatkan untuk mengejar profit, mengejar rating, atau apalah- yang menjadi tujuan bisnis, yang tujuan akhirnya duit.
Sebenarnya kalau boleh berfikir secara ilmu sosial, sinetron dengan tren “nama” ini memiliki dampak sosial. Seperti yin dan yang, ada saja sisi buruk selain sisi baiknya. Seseorang boleh sedikit berbangga jika namanya (kebetulan) menjadi judul sebuah sinetron, apalagi jika pemeran utamanya menjadi favorit semua penonton. Tapi ada saja (walaupun sedikit) rasa kecewa jika ada kekurangan, sebagai contoh, sifat buruk yang menempel pada tokoh utama sinetron. Masyarakat pun bisa juga seolah berkiblat pada sinetron untuk menilai orang. Contoh, jika ada seseorang memiliki nama Soleha, penilaian yang akan diberikan adalah sosok yang baik hati, sabar, dan ramah. Padahal belum tentu juga kan, sifatnya sama.
Sinetron adalah tayangan pencuci otak. Seseorang bisa berubah sifat karenanya. Menjadi pemarah, sensitif, suka mendramatisir suasana adalah sebagian contoh buruknya. Kenapa saya lebih menekankan pada sisi buruk? Karena saya sendiri sudah merasakan bukti-bukti yang tadi saya paparkan. Dan terus terang saya tidak lagi menganggap sinetron sebagai tayangan favorit saya lagi (walaupun sekarang, masih ada satu sinetron yang saya sayang untuk melewatkan). Dulu saya hampir menghabiskan “waktu nonton TV” saya untuk mengikuti setiap episode sinetron, dalam satu minggu ada lebih dari empat sinetron yang saya tonton.
It’s all up to you. Mau bersikap yang bagaimana untuk menyikapi sinetron.
For Girls : Chubby Cheek…
09 Jan 2008 2 Comments
Cukup dengan trik make-up dan gaya rambut, tampilan pipi yang lebih tirus menjadi milikmu!Make your chubby cheek an A+!!
Chubby Cheek + Rahang Besar!
Masalah chubby cheek dengan rahang besar bisa diatasi dengan pemakaian shading atau bedak berwarna satu tingkat lebih gelap pada tulang rahang bagian bawah. Pilih warna merah bata, lalu gunakan teknik shading di bawah tulang pipi untuk blush on-nya. Hindari cutting rambut yang rata, selalu beri layer pada sisi untuk menutupi bentuk rahang.
Chubby Cheek + Muka Bulat!
Untuk si pemilik pipi bulat, gunakan teknik shading dengan bedak berwarna satu tingkat lebih gelap dari warna kulit. Lalu beri efek shading di rahang bawah, bagian dalam tulang pipi dan bagian pelipis (dahi atas samping). Bila rambutmu tebal, boleh mencoba mengikat rambut dengan teknik sleek tapi bentuk poni sedikit tinggi.
Sedangkan yang berwajah semi chubby, gunakan blush on berwarna soft pink membentuk “<” dan “>” pada tulang pipi. Untuk rambutnya, gunakan trik poni samping seperti Anjani. Trik poni menutupi dahi ini bisa bikin pipi chubby terlihat lebih kurus. Sisakan sedikit rambut di sisi, agar tampak lebih manis.
Sumber: http://mahasiswa.com/index.php?ar_id=2277
Welcome 2008…!!!!
01 Jan 2008 Leave a Comment
in What's on mind Tags: 2008, welcome
Hari ini adalah hari pertama di tahun 2008…
Buat aku sendiri nothing special… Aku nggak ngerayain sama sekali tahun baru 2008 ini… Hanya saja aku mulai bikin resolusi supaya aku di tahun ini bisa lebih baik-bahkan jauh lebih baik-daripada tahun 2007 kemaren…
Sempat terlintas di pikiran aku, orang-orang berpesta pora dengan kemeriahan terompet dan fireworks… Tapi masih ingatkah mereka dengan penderitaan orang-orang yang katanya saudara kita, yang mereka bahkan tidak memikirkan “Mau ke mana, ya, ngerayain taun baru?”. Mereka masih disibukkan, dipusingkan, disedihkan, atau apalah..something like that..bencana yang menimpa mereka..
Bersenang-senang di atas penderitaan orang lain. Boleh nggak, dibilang seperti itu???
Awal tahun ini udah banyak diwarnai ujian…Semoga kita nggak cuma bisa ngeliat mereka yang ditimpa musibah dari berita…Semoga kita peduli “saudara-saudara” kita, dengan wujud nyata, dengan tangan-tangan kita…
Tips Aman Naik Kopata , Aspada , dan Sejenisnya
26 Dec 2007 Leave a Comment
in What's on mind Tags: aspada, bus, copet, kopata, tips
“Hati-hati ya….”
Itu kata-kata yang mungkin sering kita dengar dari orang-orang terdekat kita kalau kita pamitan mau pergi. And you know what??? Itu bukan sekadar basa-basi ternyata. Itu bener-bener pesan buat kita biar kita ngak menyesal belakangan.
Bingung, kenapa aku ngomong kayak gituan???
Jadi gini, for the first time, aku hari ini ngerasain ‘tega’nya copet jogja.
Waktu mau pulang ke kos, pas turun dari bus kecil jalur 7, tiba-tiba yang turun bareng aku ada banyak. Dan ada kejadian bapak-bapak nyelipin duit 50ribu ke celana aku lewat bawah, tapi akhirnya nggak jadi karena aku nolak. Aneh kan?? Usut punya usut, itu adalah cara dia buat ngalihin perhatian aku sementara temen-temen dia ngambil Nokia-ku dari kantong celana yang sebenernya ketutup kaos aku yang panjang.
Hiks…sedih…
Setelah aku cerita sama kakak angkatan di studio radio kampus, dia ngasih tips buat waspada waktu naek bus:
1. Pilih tempat duduk yang depan, jangan belakang. Kalo perlu di deket supir.
2. Pake tas ransel kita di depan, jangan di belakang.
3. (Ini dari kakak aku) Matiin HP dan gadget lainnya biar nggak bunyi.
4. (Ini dari mbak Dama) Jangan pernah naruh HP/ Dompet di kantong celana.
5. Usahain keluar dari bus lewat pintu depan, jangan belakang.
Trus tanda-tanda gerombolan copet ada di bus:
1. Jumlahnya rata-rata min. 5 orang
2. Ada aja gelagat aneh kalo penumpang mau turun. Melambaikan tangan ke temennya lah, naek-naekin kerah baju, dll
3. Posisi duduk sesama copet nggak sampingan. Mereka masing-masing duduk di pojok-pojok bus.
4. Tiba-tiba waktu penumpang turun, 2/3 dari mereka ikutan turun juga.
5. Dan kayak aku, ada yang bakalan berusaha ngalihin perhatian kita.
So, moga ini berguna…Always be careful yak….!!!
Corruptor Idol?
17 Dec 2007 2 Comments
Asian Idol baru saja terpilih. Setelah melewati persaingan yang ketat di antara enam negara di Asia, akhirnya Singapura berhasil meraih gelar Asian Idol pertama. Ajang Idol atau talent search lain yang belakangan kerap muncul di Indonesia terbukti mampu meraih perhatian dan antusiasme masyarakat.
Berangkat dari sebegitu banyaknya animo masyarakat, mengapa tidak timbul inisiatif untuk menggelar Corruptor Idol? Ajang ini bisa digunakan untuk mengadakan kompetisi di antara koruptor. Bukan kualitas suara pastinya yang dikompetisikan, tetapi kualitas korupsi yang telah mereka lakukan. Di Indonesia ada banyak sekali pelaku tindak korupsi, dari pejabat daerah sampai pejabat tinggi negara. Mereka berani berbuat ‘tega’ merugikan rakyat dengan permainan angka. Dan mereka berani menyembunyikan dengan sangat rapi tindakan mereka tanpa ada rasa menyesal dan bersalah. Sekarang pertanyaannya, beranikah mereka show off di depan publik dengan berkompetisi di Corruptor Idol? Ada nyalikah?
Mulai brasa ribet
13 Dec 2007 4 Comments
in What's on mind Tags: kuliah, study
Katanya kuliah awal-awal asik, bisa have fun maksudnya
Tapi nggak tau ya, belakangan aku ngerasa sibuk banget
Minggu ini aja harus tiga kali presentasi…trus tugas dari dosen ternyata banyak dan rada susah
Apalagi bentar lagi ujian semester, jadi harus bener2 fokus
Buat semua yang baca ni posting, doain ya,di ujian semester aku bisa sukses
Thx b4
